Kurva Tegangan Regangan Beton

loading...

Masih ingat Hukum Hooke?

F = k \times \Delta x ,

dimana F adalah gaya atau beban, k adalah konstanta (biasa disebut konstanta pegas) dan \Delta x adalah berarnya perubahan panjang.

Kalo rumus Hooke ini diturunkan (silahkan turunkan sendiri Smile ), akan diperoleh sebuah hubungan lain:

\sigma = E \times \epsilon ,

dimana \sigma adalah tegangan, \epsilon adalah regangan, dan E adalah modulus elastisitas (konstanta).

Karena modulus elastisitas itu cenderung konstan untuk setiap material – termasuk beton – maka, hubungan tegangan dan regangan akan selalu linear.

Tapi…. ternyata… ngga sesederhana itu.

Beton adalah material yang kuat menahan tekan, dan sangat lemah menahan tarik. Makanya tegangan pada beton yang paling sering diamati adalah tegangan tekannya, bukan tegangan tarik.

Ketika beton ditekan atau menerima tegangan tekan dia akan memendek, mengalami perubahan panjang, alias… ada regangan. Dan regangannya itu linear.

Tapi… perilaku linearnya itu ngga bertahan lama. Kalo tegangannya ditambah terus menerus, regangannya tetap naik, tapi ngga linear lagi.

Dan tegangan itu mencapai puncak tegangan – yaitu fc’ – di sekitar regangan 0.002, kemudian turun sedikit hingga hancur di regangan 0.003. Ini tipikal perilaku beton pada umumnya.

Kalo digambarkan, kira-kira seperti ini bentuknya.

image

sumber: Hassoun & Al-Manaseer, Structural Concrete – Theory & Design, Fig. 22, page 19 

Keterangan:

1000 psi = 6.9 MPa