Poisson’s Ratio & Modulus Geser

loading...

Possion’s Ratio

Rasio Poisson (Poisson’s Ratio) disimbolkan \mu , adalah  rasio atau perbadingan antara regangan transversal (tegak lurus) terhadap regangan longitudinal pada saat mengalami tegangan aksial, baik tarik maupun tekan, di dalam kondisi elastis.

Istilah Poisson diambil dari nama orang yang menemukan fenomena ini, Simeon Poisson. Dia adalah seorang ahli matematika, fisika, dan geometri.

Fenomena Poisson bisa dengan jelas kita amati, contohnya pada material karet. Coba perhatikan sebuah karet penghapus yang berbentuk balok persegi yang ditekan di kedua ujungnya. Anda tentu sangat sering melakukan hal ini. Apa yang bisa diamati? Karet tersebut ngga cuma memendek, tapi juga “menggemuk”. Pada arah tekanan (logitudinal) dia mengalami pemendekan, katakanlah regangan negatif (bertambah pendek), sementara pada arah tegak lurusnya (transversal) karet itu mengalami regangan positif (bertambah panjang). Perbandingan regangan transversal terhadap regangan longitudinal inilah yang disebut Poison’s Ratio.

Pada struktur beton, Poisson’s Ratio biasanya memegang peranan pada komponen pelat dan solid, misalnya slab (pelat lantai), dinding beton, bendungan, silo, pier jembatan, dll.

Nilai Poisson’s Ratio untuk beton bervariasi antara 0.15 dan 0.2. Secara umum, untuk material isotropik elastis, nilai Poisson’s Ratio mempunyai nilai 0.25. Nilai ini sering kita terapkan pada beton. Tapi nilai Poisson’s Ratio beton rata-rata bisa diambil sebesar 0.18.

 

Modulus Geser

Modulus Geser beton, disimbolkan G_c , pada umumnya diturunkan dari persamaan teori elastisitas umum, yaitu:

G_c = \dfrac{E_c}{2(1+\mu)}

Dimana, \mu adalah Poisson’s Ratio.

Jika kita substitusi nilai \mu = 0.25 ,

dan E_c = 4700 \sqrt{f`_c}

maka diperoleh

G_c = 1880 \sqrt{f`_c}