Rangkak

loading...

Beton adalah material yang bersifat elastoplastis, atau perpaduan antara elastis dan plastis. Tapi ngga sesederhana itu. Pada tekanan yang kecil, yang dominan terlihat memang sifat elastisnya. Elastis maksudnya di sini adalah, jika tekanannya dihilangkan, regangannya kembali ke bentuk semula. Masih ingat bentuk kurva tegangan-regangan beton?

image

Ya. Kurang lebih serprti gambar di atas. Regangan plastisnya terlihat jelas pada tekanan yang tinggi. Jadi, ketika diberi tekanan, beton mengalami 2 regangan, regangan elastis dan regangan plastis. Yang menarik, jika tekanan tersebut bertahan dalam waktu yang lama, regangan plastis ini bertambah besar sedikit demi sedikit. Pertambahannya sangat kecil dan dalam jangka waktu yang lama, beberapa bulan bahkan hingga beberapa tahun. Nah, penambahan regangan akibat tekanan yang relatif tetap dalam jangka waktu yang lama inilah yang disebut Rangkak alias Creep.

Selain beton, material yang juga mengalami fenomena rangkak adalah kayu. Baja, aluminium, dan material metal lainnya ngga mengalami rangkak.

 image

Coba perhatikan gambar di atas yang memperlihatkan fenomena rangkak pada sebuah silinder beton.

Pada kondisi (a) silinder belum diberi beban. Regangannya masih nol.

Pada kondisi (b) silinder diberi tekanan sebesar f, dan mengalami regangan sebesar \epsilon_1

Pada kondisi (c) tekanan f tersebut dibiarkan dalam jangka waktu yang sangat lama. Silinder mendapat tambahan regangan sebesar \epsilon_2

Pada kondisi (d) tekanan f dihilangkan, dan silinder ngga balik ke posisi semula, tapi ada regangan sisa sebesar \epsilon_3 . Besarnya \epsilon_3 ini sama dengan (1-\alpha)\epsilon_2

\alpha adalah rasio regangan rangkan yang dikembalikan terhadap regangan rangkak total. Besarnya antara 0.1 hingga 0.2