Standard Perencanaan

loading...

Setiap insinyur perencana mempunyai pedoman yang diatur dalam standar perencanaan. Standar ini sifatnya sebagai panduan dalam menentukan syarat minimum  yang dibutuhkan untuk keamanan dan kestabilan struktur.

Kenapa harus syarat minimum?

Logikanya, untuk membangun struktur yang kuat, perencana bisa menggunakan ukuran yang besar-besar. Tapi ini tentu bukan pilihan yang cerdas, karena pasti ada constrain-nya yaitu duit alias cost.

Makanya dibuatlah pedoman agar perencana bisa mendesain strukturnya sehemat mungkin tapi masih bisa dipertanggungjawabkan kekuatannya dengan berpegang pada pedoman yang ada.

Nah, di Indonesia sendiri, kebetulan kiblat konstruksinya adalah ke Amerika Serikat, jadi standar dan peraturan-peraturannya juga banyak mengadopsi (bahkan kadang mengterjemahkan) peraturan yang berasal dari Amerika.

Beberapa standar yang dipakai di Amerika Serikat antara lain:

  • American Concrete Institute (ACI) Code. ACI 318 khusus membahas tentang struktur beton pada bangunan gedung, mulai dari materialnya, pemodelan strukturnya, pembebanannya, judgement, proses desain dan detailing.
  • American Society for Testing and Materials (ASTM). Standar ini lebih khusus ke spesifikasi material dan pengujiannya. Khusus untuk beton, tentu punya ASTM tersendiri. Ada ASTM khusus untuk semen portland, ASTM khusus untuk agregat, baja tulangan, tiang pancang, precast, dll.
  • Uniform Building Code (UBC). UBC ini lebih tebal, lebih luas cakupannya, tapi ngga sedalam ACI. Beton hanya dibahas di beberapa bagian saja.
  • American Association of State Highway and Transportation (AASHTO). AASHTO ini sebenarnya standar untuk transportasi (misalnya jalan dan jembatan yang umum), tapi masalah beton juga dibahas di dalamnya, karena beton termasuk salah satu material konstruksi transportasi. Sebagian besar tetap mengacu kepada ACI dan ASTM.

Selain dari Amerika, ngga sedikit pula standar pedoman dari negara lain yang digunakan di Indonesia, misalnya:

  • Standar dari Jepang, JIS.
  • Standar dari Inggris, British Standard (BS).
  • Standar dari Eropa, Eurocode.
  • Standad dari Australia, Australian Standard (AS).

Logo BSN

Sementara di Indonesia, standar yang baku adalah standar yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional dalam bentuk Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk beton sendiri, ada beberapa SNI yang berlaku, di antaranya:

  • SNI 03-2847-2013. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung (download)
  • SNI 03-2914-1992. Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air.
  • SNI 2461-2014, Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Struktural
  • dll. (bisa dilihat di website BSN-SNI)